b20 Pantau Pergerakan Lempeng Tektonik, Dosen Itera Identifikasi Lokasi Pengamatan GNSS di Lampung Timur

TEKNIK GEOMATIKA ITERA — Tim dosen Program Studi Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), mengidentifikasi lokasi potensial untuk titik pemantauan geodinamika berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) di Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan langkah awal untuk mendukung pemantauan perubahan posisi permukaan bumi sekaligus pengembangan penelitian geodinamika di Provinsi Lampung.

Tim dosen yang terlibat terdiri atas Satrio Muhammad Alif, Ongky Anggara, Redho Surya Perdana, Misfallah Nurhayati, Tri Kies Welly, dan Agung Pandi Nugroho. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Teknik Geomatika ITERA yang berpartisipasi dalam survei dan peninjauan lapangan.

Dosen Teknik Geomatika ITERA, Satrio Muhammad Alif, menjelaskan bahwa Lampung merupakan salah satu wilayah yang dipengaruhi dinamika tektonik Zona Subduksi Sunda, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Sunda. Kondisi tersebut menjadikan pemantauan pergerakan kerak bumi penting untuk memahami perubahan posisi dan deformasi permukaan di wilayah ini.

b20-2 Pantau Pergerakan Lempeng Tektonik, Dosen Itera Identifikasi Lokasi Pengamatan GNSS di Lampung Timur

Teknologi GNSS memungkinkan pengukuran posisi suatu titik secara presisi dari waktu ke waktu. Melalui pengamatan berkala maupun kontinu, data GNSS dapat dimanfaatkan untuk mengkaji pergerakan horizontal dan vertikal permukaan bumi, termasuk deformasi akibat aktivitas tektonik dan penurunan muka tanah (land subsidence).

Dalam survei tersebut, tim meninjau kondisi lingkungan untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi titik pengamatan. Beberapa aspek yang diperhatikan meliputi kestabilan lokasi, keterbukaan pandangan terhadap satelit, potensi gangguan sinyal, keamanan peralatan, serta kemudahan akses untuk pengamatan selanjutnya. Tim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Rejomulyo untuk mendukung peluang pemantauan geodinamika secara berkelanjutan.

Identifikasi lokasi ini menjadi tahap awal sebelum pengamatan dilanjutkan dengan pengolahan data. Ke depannya, lokasi yang terpilih berpotensi mendukung penelitian deformasi kerak bumi sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Teknik Geomatika ITERA. Data GNSS jangka panjang juga dapat membantu penelitian terkait bahaya gempa bumi dan pengurangan risiko bencana, meskipun teknologi ini tidak dapat memprediksi secara langsung waktu terjadinya gempa.