b5-2-1024x683 FTIK ITERA Gelar Seminar Keprofesian Bahas Pemodelan Tutupan Lahan untuk Prediksi Bencana Banjir

TEKNIK GEOMATIKA ITERA — Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Seminar Keprofesian bertajuk “Model Perubahan Penggunaan Lahan dan Tutupan Lahan untuk Memprediksi Bencana Banjir” pada Senin, 12 Oktober 2026, di Aula Gedung E ITERA. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Triyatno, M.Sc., dosen Universitas Negeri Padang (UNP) dengan bidang keahlian morfodisaster, sebagai narasumber, serta Agel Vidian Krama, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Teknik Geomatika ITERA, sebagai moderator.

Seminar ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknik Geomatika ITERA, mahasiswa Program Studi Geografi UNP, serta peserta umum. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan pemodelan spasial dalam mengkaji perubahan tutupan lahan dan kaitannya dengan potensi bencana banjir. Dalam kesempatan yang sama, FTIK ITERA dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP juga menyelenggarakan penandatanganan kerja sama secara simbolis untuk memperkuat kolaborasi di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan keilmuan geografi dan geomatika.

b5-3-1024x683 FTIK ITERA Gelar Seminar Keprofesian Bahas Pemodelan Tutupan Lahan untuk Prediksi Bencana Banjir

Dalam pemaparannya, Dr. Triyatno membahas pemodelan spasial hibrida berbasis perubahan tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tarusan untuk periode 2019–2039. Pemodelan tersebut mengintegrasikan sejumlah komponen, meliputi citra satelit Landsat, data topografi berupa Digital Elevation Model (DEM), dinamika hidrologi, serta faktor kependudukan dan ekonomi. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan, model bahaya banjir tersebut mencapai tingkat akurasi sebesar 93,98%.

Materi seminar juga menyoroti pengaruh perubahan tutupan lahan, seperti deforestasi dan alih fungsi hutan menjadi kawasan terbangun, terhadap peningkatan potensi banjir. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa luas wilayah dengan bahaya banjir tinggi di DAS Tarusan diperkirakan meningkat dari 92,83 hektare pada 2019 menjadi 416,74 hektare pada 2029, kemudian mencapai 659,32 hektare pada 2039. Selain itu, potensi kerugian ekonomi pada sektor bangunan dan permukiman diproyeksikan meningkat dari Rp88,6 miliar pada 2019 menjadi Rp252,4 miliar pada 2039.

Pembahasan tersebut memperlihatkan pentingnya pemodelan spasial dalam memahami dinamika lingkungan dan mengidentifikasi potensi risiko bencana. Informasi mengenai perubahan tutupan lahan yang dipadukan dengan data topografi dan hidrologi dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung perencanaan wilayah serta upaya mitigasi bencana. Dalam konteks tersebut, ilmu geomatika berperan melalui penyediaan, pengolahan, analisis, dan visualisasi data geospasial untuk menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan.

b5-4-1024x683 FTIK ITERA Gelar Seminar Keprofesian Bahas Pemodelan Tutupan Lahan untuk Prediksi Bencana Banjir

Melalui seminar keprofesian ini, mahasiswa Teknik Geomatika ITERA diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai penerapan analisis geospasial dalam kajian kebencanaan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan mahasiswa lintas perguruan tinggi serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan penelitian yang berkaitan dengan perubahan lingkungan, perencanaan wilayah, dan pengurangan risiko bencana.